I AM BACK

Today I am back to the world of blogs that have been missing for a year to not write anymore. My mind has been covered in laziness, but there are many moments I’ve written here. Relax now I’m back to tell my romance stories (again) and my doubts.

Either started where I started. But right at the age of 17 years ago in December, I learned from him to be able to sophomore. Suffering 2 years and a half has passed. Now I really admit it. There are so many things that I have done that he hates, disappointed, angry and now he thinks I am a stranger. Every time I see him I can not control my emotions. Just looked down and did not dare look at him. Always the past I had ever made with him often came up in my mind when dealing with him. There was a congratulation from his friends, that he was fed up with childish behavior and behavior and still I wished so much to be back with him. Honestly, right on her birthday on January 12th ago I was sad unable to do anything. I pray that we can meet again after the school breakup, and you can open your heart to me. Whatever they say, I am strong enough to hear the temptations of them. Somehow I can stop him long ago, they still carry my name in front of you. Now I have made you embarrassed and angry. Really, I have no intention at all like that. That’s not my request. Oath. Will your heart open my apology?

In order for you to know, I failed to be able to snoop you. The night before I heard the news I stood looking at your photograph and looked at you seriously. Word for word is spoken, my tears pouring heavy, my chest tightness. Why? Why the shadows still appear. I wish I could forget and let go of what happened. Looks like you think it all ” misunderstood ” or ” do not care ” with this all. Something more painful than what you say even though the words are not spoken from your own lips. Could not stop crying then, my mind was messed up, my heart was churned. I can not get up to your word at that moment. The next day, one of them told you the shocking situation. This is not the second time I’ve heard you crash again. I refuse my heart to disregard the news from you. Now it’s still, my heart says to care about you again “How are you doing now? I miss you”. After I realized I had failed, I thought of you. That whole day my mind is still thinking about your situation. I grabbed a pen and paper, my mind was out of control. I wrote the paper according to my heart and mind without thinking about the impact. I put the paper in the envelope and said “I hope this is not too stupid for me to do.” And I dreamed with a sentence that I hate “Why am I worried about the commitment I made last year?

Iklan

BedLove

Mungkin dia yang terbaik untukku, pikirku singkat. 

Jujur saja kebodohanku selalu meningkat untuk bangkit memperjuangkanmu. 

Daku takut. Takut apa yang kuharapkan tidak seperti yang kuharapkan. 

Cinta ini sempat hilang,  tetapi kau terus saja muncul dihadapanku.  Seketika itu,  daku bergelonjak besar untuk menyukaimu kembali. 

Daku minta maaf atas keegoisan ini. 

Daku minta maaf telah membuatmu risih dan ilfeel. 

Kalau ada kesempatan lagi,  daku ingin menunjukkan bahwa dakulah yang terbaik untukmu. 

Jujur,  masih ingin sekali daku memberi tahu tentang apa yang kamu belum ketahui dari diriku. 

Tetapi,  engkau telah menangkap buruknya diriku. 

Kau tahu? daku selalu suka mencari kabar tentang dirimu.  

Kau tahu? daku selalu menunggu kamu duduk di tangga. 

Kau tahu?  daku lelah menyimpan rasa selama 3 tahun lebih kepadamu. 

Daku selalu berharap kita dapat kembali lagi. 

Dapat bertemu lagi (suatu saat) 

Dan bisa mengenal lagi dari awal. 

Sebab,  daku belum sanggup kehilangan dan berpisah darimu. 

Terimakasih kamu sang cinta pertama. 

Cepu,  30/09/2017

-natalia-

Beginilah kata LDR

Jangan sampai telinga hatinya dengar

Nanti jiwanya sakit

Aku tak jadi pulang

Aku sudah terlalu banyak menyakiti perasaannya

Dengan rindu yang tak bisa kubikin reda

Hanya dengan memastikan bahwa aku akan ada

Kau tahu rindu

Perasaan paling liar dalam sejarah kalbu

Yang telah membuat kau menangis tersedu

Atau membuat kau geram sembari meruncingkan bambu

Ingin menghunusku yang tak jua sempatkan temu

Namun apakah jumpa mampu lepaskan dahaga jiwa?

Tidak, rindu adalah dehidrasi abadi

Hingga kembung pun kau masih ingin minum lagi.

Cepu,  26 Mei 2017
Phatarina Natalia

Kata

Katanya

Gapapa lah irit kata

Demi menitih rasa

Yang lama terpupuk rata
Katanya

Gapapa lah hilang arah

Asal kembali ke rumah

Tanpa amarah
Kataku

Tak mau aku begitu

Inginnya aku bilang selalu

aku rindu

aku malu

aku cinta

aku marah

tak irit kata

asal semua tau

aku tau, kamu tau

aku punya rasa

kamu juga, aku juga tau
Kataku

Kalau memang rumah

Pasti selalu kembali

Setiap hari

Bukan cuma teringat

Jika langkah kaki

Tidak melangkah pulang

Samarinda-11:27 PM (Natalia)

Hujan itu Alam? 

Sore ini,Hujan tak turun.

Tapi langit mendung.
Ada apa? —tanya makhluk bumi.
Semuanya kebingungan.

Pohon-pohon kehausan.

Tanah mulai kekeringan.

Anginpun hanya berhembusan.
Entah apa yang dilakukan makhluk langit sana,

Apa yang mereka rencanakan kali ini?

Apa mereka sengaja?

Sengaja langit tak turunkan hujan agar seseorang berbahagia?
Iya,

Kadang hujan turun membawa kenangan.

Serta kenangan itu akan turun dengan membawa rindu didalamnya.
Untunglah, 

Sore ini, tak perlu rindu,

Tak perlu merasa sendu,

Lalu berakhir pilu.

Dan tak perlu ada air mata yang jatuh dibantalku.
Langit,

Terimakasih untuk sore ini.

Bumi, maafkan langit.

Maaf telah membuat seisimu kebingungan.

(Phatarina Natalia)

9:39 PM , menunggu Him–“

Hanya Saja

Kau boleh datang, lagiBarangkali ketika dingin menyelimuti,

Atau,

Ketika cuaca mu tidak bersahabat dan menghujani
Kau boleh datang, lagi

Saat menggigil tanpa penghangat,

Atau saat,

malam mu tertanggal kemudian larut,

Hingga satu-satunya yang kau punya tinggal sepi

Kau boleh datang, lagi
Bawa apapun yang ingin kau bawa,

Tidak apa,

Aku siap menerima
Kau boleh datang, lagi

Sebagai siapapun kamu, tentu

Aku tidak pernah menutup pintu
Kau boleh kembali bertamu,

tidak ada larangan,

Apalagi sanksi untuk itu
Hanya saja,

Tentang bagaimana aku menyambut,

Caraku menganggapmu bercerita,

Atau tentang siapa nanti yang menemaniku,

Melihatmu datang,

Mendengarmu bercerita,

Itu bukan urusanmu
kau boleh datang,

Sekali lagi

dan lihat betapa karma membunuhmu sendiri

Di hadapku

-Phatarina Natalia

Blora,Jateng

Kafir

Mereka bilang aku kafirSebab aku bertanya,

   dan mereka tergagap
Mereka bilang aku kafir

Sebab aku berjalan memutar mencari titian menuju Tuhan

   sedang mereka berjalan katak
Mereka bilang aku kafir

Sebab aku bertanya,

    dan mereka tercekat
Mereka bilang aku kafir

Sebab kudedahkan seluruh ragu dan ketakutan pada kakilangit yang tak terlayari

    sedang mereka membui tanda tanya pada daun-daun gugur juga prasangka
Mereka bilang aku kafir

Sebab kuseduh teh dan bersiul melihat kebahagiaan seluruh karib dari semua agama yang bisa mereka kutuki

    dan mereka bilang aku kafir.
Aku kafir?

Aku fakir!
Cepu, Februari 2017
12.42 WIB

Saat menunggu shalat Jumat selesai

(Phatarina Natalia)